LIFESTYLE
Pinjol Bukan Cuma Soal Utang, Ini Dampaknya ke Mental, Hukum hingga Pekerjaan
Seminar Nasional yang digelar Malahayati Consultant di Jakarta Selatan menegaskan bahwa persoalan pinjaman online (pinjo...
Kasus wabah hantavirus di kapal MV Hondius diperkirakan tidak akan memberi dampak signifikan pada industri kapal pesiar, menurut pakar dan calon penumpang.
Pecahnya wabah hantavirus dan norovirus dari kapal pesiar menjadi isu panas akhir-akhir ini; tiga penumpang di kapal MV Hondius yang meninggal akibat hantavirus setelah kapal singgah di Argentina dan kasus wabah norovirus yang baru-baru ini terjadi di kapal Inggris yang bersandar di Bordeaux, Prancis.

Sumber: Carnival Cruise Lines
Meskipun begitu, industri kapal pesiar diduga tidak akan merasakan dampak negatif sama sekali. Sebaliknya, industri tersebut dapat melihat peningkatan; Cruise Lines International Association memperkirakan sekitar 38,3 juta orang akan naik kapal pesiar tahun ini, naik sekitar 4% dari rekor tahun sebelumnya yang mencapai 37,2 juta penumpang.
Siklus Berita Terkini Jarang Memengaruhi Penumpang
Rob Kwortnik, dosen dari Cornell University dan pengamat industri kapal pesiar, berpendapat para penumpang kapal pesiar cenderung kebal terhadap isu-isu seperti ini. Ia mengatakan bahwa siklus berita terkini jarang memberi dampak terhadap keputusan orang-orang yang ingin menaiki kapal pesiar. Hal ini dikarenakan bahwa turis kapal pesiar biasanya sudah memesan tiket perjalanan mereka 6 bulan sebelum berangkat.
Kwortnik juga berpendapat bahwa liburan dengan kapal pesiar jauh lebih ekonomis di mata mereka yang ingin berlibur, apabila dibandingkan dengan libur di hotel atau resor.
“Secara rata-rata, menaiki kapal pesiar dari Miami lebih murah dibandingkan memesan hotel di Miami. Ditambah lagi, tarif kapal pesiar sudah termasuk tempat singgah, makanan, lebih dari satu tujuan, dan hiburan sepanjang perjalanan.”
Andrew Coggins, analis industri pesiar dan dosen dari Lubin School of Business juga turut berpendapat. Dilansir Associated Press, ia menyatakan bahwa pelancong-pelancong tidak akan meminta refund sekalipun mereka merasa takut pada isu-isu wabah tersebut.
“Kalau anda sudah merencanakan perjalanan kapal pesiar dalam beberapa bulan, anda sudah melewati titik di mana anda bisa mendapatkan uang anda kembali.”
Sejak COVID-19, Industri Pesiar Terus Meroket
Coggins berpikir bahwa cerita wabah hantavirus mendapatkan sorotan yang tinggi akibat kasus kapal Diamond Princess yang terjadi pada tahun 2020, ketika wabah COVID-19 mulai merajalela. Pada saat itu, kapal tersebut terpaksa diasingkan di laut Jepang selama dua pekan akibat ditemukannya sejumlah penumpang yang menjangkit virus tersebut. Dari analisisnya, Coggins menyatakan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan disrupsi besar pada industri kapal pesiar, namun bisnis terlihat semakin melejit sejak 2022.
“Banyak kapal baru yang dipesan sampai 2037. (...) Mereka melihat permintaan semakin berkembang dan ingin menawarkan lebih banyak rute, lebih banyak hiburan dan lebih banyak tujuan.”
Asalkan Mengikuti Prosedur, Penumpang Tidak Khawatir
Penumpang-penumpang yang sering melancong dengan kapal pesiar juga mengutarakan bahwa mereka tidak khawatir. Jenni Fielding, seorang vlogger yang sering membuat video tentang kapal pesiar, mengatakan bahwa dirinya telah memesan delapan tiket perjalanan kapal dan akan memesan lebih banyak lagi ke depannya.
"Naik kapal pesiar seaman bentuk liburan lainnya. Yang terpenting adalah penumpang selalu mengikuti anjuran kesehatan dan panduan resmi di atas kapal."
Sumber: Associated Press