Tidak Hadiri Parade Hari Israel, Walikota New York Tuai Kontroversi
NEWS

Tidak Hadiri Parade Hari Israel, Walikota New York Tuai Kontroversi

Parade perayaan negara Israel di kota New York tidak dihadiri oleh Walikota untuk pertama kali dalam 61 tahun berjalannya, menuai kontroversi dari berbagai pihak.

Sesuatu yang berbeda terjadi di parade Hari Israel yang berlangsung di kota New York, Minggu (31/5/2026) waktu setempat. Parade tersebut tidak dihadiri oleh walikota New York untuk pertama kalinya sejak awal dihelat, sekitar 61 tahun yang lalu.


Sumber: Forward

Sebagai kota dengan penghuni beragama Yahudi terbanyak di luar Israel, parade ini bertujuan sebagai tanda simpati lahirnya negara tersebut pada tahun 1948. Tahun ini, peringatan tersebut tetap ramai, dan jalanan kota New York diisi oleh ribuan partisipan yang mengangkat bendera dan mengenakan pakaian bertema putih biru. 

Teguh Dengan Pendiriannya, Walikota New York Tidak Hadir

Namun, kontroversi atas tindakan-tindakan yang dilakukan Israel berupa genosida dan aksi ekspansi di Palestina menggaungkan suara kontra terhadap negara tersebut. Salah satunya berasal dari walikota New York saat ini, Zohran Mamdani.

Sumber: REUTERS

Sebagai walikota Muslim pertama di New York, Mamdani sangatlah kritis terhadap keberadaan Israel. Dua pekan sebelumnya, ia mengunggah sebuah video pada akun media sosialnya yang memperingati insiden Nakba; pengusiran 700 ribu orang Palestina di balik pendirian tanah Yahudi tersebut. 

Pendiriannya masih kukuh sampai detik ini ditandai dengan pemboikotan parade tersebut, sesuai dengan apa yang disampaikan dirinya pada hari Kamis.

“Saya sudah bilang dalam kampanye saya kalau saya tidak akan menghadiri parade tersebut, dan saya sudah membuat jelas pandangan saya terhadap pemerintahan Israel.”

Meskipun begitu, Mamdani tetap akan memastikan kehadiran pihak kepolisian untuk mengamankan proses parade tersebut.

Kritik Berdatangan dari Mereka Yang Hadir

Ketidakhadiran Mamdani menuai kritik dari sejumlah pihak yang menghadiri parade tersebut. Salah satunya adalah Rep. Mike Lawler, anggota DPR dari New York.

Sumber: CBS New York

“Saya pikir sangat tercela bahwa walikota dari New York, kota dengan populasi Yahudi terbesar di luar Israel, memilih untuk tidak hadir di sini.”

Kritik juga berdatangan dari politikus Israel tersendiri. Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengecam Mamdani melalui akun media sosialnya. 

“Walikota New York adalah pengecut atas ketidakhadirannya. (...) Kepadanya, saya ingin bilang: menjadi pemimpin berarti hadir untuk seluruh warga New York, termasuk setiap orang Yahudi yang menganggap kota itu sebagai rumah.”

Parade Dipertanyakan Warga, Untuk Apa?

Dari sisi lain, banyak yang justru mempertanyakan perlunya diadakan parade dan dirayakannya sebuah ‘Hari Israel’.

Sejumlah pengguna media sosial menyoroti kehadiran Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, di parade tersebut. Smotrich sebelumnya telah diberi surat perintah penangkapan oleh ICC (Pengadilan Kriminal Internasional) atas kejahatan perang, dan juga pernah memerintahkan ‘pemusnahan total’ terhadap warga Palestina secara terbuka.

Dukungan terhadap Israel oleh warga Amerika Serikat semakin menyusut atas tindakan militer mereka di Palestina. 

 

Sumber: CBS News, DW