Rudal Iran Hantam Barak Militer AS: Potensi Perang Dunia Ketiga Makin Nyata?
NEWS

Rudal Iran Hantam Barak Militer AS: Potensi Perang Dunia Ketiga Makin Nyata?

Laporan terbaru Wall Street Journal mengungkap bahwa tiga gelombang serangan rudal Iran berhasil menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania dan menghancurkan barak kontainer tempat para prajurit sedang beristirahat. Insiden tragis ini menewaskan dua tentara muda Amerika Serikat berusia 19 dan 25 tahun, serta melukai puluhan personel lainnya di lokasi kejadian. Serangan mematikan yang diakui oleh Garda Revolusi Iran ini memicu lonjakan tensi geopolitik global dan kecemasan generasi muda akan ancaman pecahnya perang skala besar.

Eskalasi konflik di Timur Tengah tampaknya berada di titik paling kritis. Laporan terbaru dari Wall Street Journal (WSJ) mengungkap detail mengerikan tentang serangan rudal Iran yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat, 17 Juli 2026 lalu. Bukan sekadar gertakan sambal, serangan ini secara spesifik menyasar tempat di mana para tentara Amerika Serikat sedang beristirahat.

Ilustrasi peluncuran rudal balistik Iran. (Foto: Dok. Kementerian Pertahanan Iran)

Tercatat ada tiga gelombang serangan rudal terpisah yang menghujani pangkalan militer tersebut dalam kurun waktu hanya 24 jam. Menurut data intelijen yang dihimpun para pejabat Washington, serangan pertama merusak fasilitas gym pangkalan sesaat setelah sirene peringatan berbunyi. Serangan kedua menghantam hanggar pesawat yang kosong.

Namun, petaka terbesar terjadi pada gelombang ketiga. Rudal Iran melesat tepat sasaran menghantam unit hunian kontainer prefabrikasi. Di sinilah barak tempat para tentara AS sedang tertidur lelap berada.

Serangan mematikan ini menewaskan sedikitnya dua tentara AS. Tragedi ini terasa dekat bagi generasi muda global karena para korban yang gugur juga merupakan bagian dari Gen Z yang dikirim ke medan perang. Pentagon mengidentifikasi korban tewas sebagai Letnan Satu Tyler J. Feehan yang baru berusia 25 tahun asal Hawaii, dan Prajurit Isabella Gonzales yang masih berusia 19 tahun asal Texas. Selain itu, satu tentara dilaporkan hilang dan beberapa lainnya luka-luka akibat runtuhan bangunan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terang-terangan mengklaim tanggung jawab atas serangan ini. Pihak Pentagon sendiri mengonfirmasi bahwa personel mereka gugur akibat "serangan musuh."