Mayat Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tewas Tersengat Listrik
NEWS

Mayat Ditemukan di Gardu Listrik LRT Pancoran, Diduga Tewas Tersengat Listrik

Sesosok pria tanpa identitas ditemukan tewas di dalam gardu listrik Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (1/9) malam. Korban diduga tewas akibat tersengat listrik tegangan tinggi saat mencoba masuk ke area gardu, yang juga didalami polisi terkait dugaan pencurian kabel. Identitas dan kronologi kejadian masih dalam penyelidikan Polsek Pancoran.

JAKARTA — Sesosok pria tanpa identitas ditemukan tewas di dalam gardu listrik Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (1/9) malam. Korban diduga meninggal dunia setelah tersengat listrik tegangan tinggi saat mencoba masuk ke lantai dua gardu tersebut.

(Sumber: Radarbanyuwangi)

Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi mencium bau menyengat dari area gardu listrik. Awalnya, aroma tersebut diduga berasal dari bangkai hewan.

Wito (34), pedagang mi ayam yang sehari-hari berjualan di sekitar area transit tersebut, mengaku sempat mencari sumber bau karena khawatir mengganggu para pembeli.

“Kita pikirnya ya positif, mungkin bangkai hewan. Sambil nyari-nyari bangkai hewan apa, kan kurang enak kalau orang lagi makan,” ujar Wito.

Namun, dugaan tersebut ternyata keliru. Bau yang tercium warga diduga berasal dari jasad seorang pria yang berada di dalam gardu listrik.

Kepolisian menduga korban mencoba mengakses area gardu yang memiliki instalasi listrik bertegangan tinggi. Dugaan tersebut juga dikaitkan dengan kemungkinan adanya upaya pencurian kabel infrastruktur. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan motif kejadian.

Pihak LRT Jabodebek melalui Manager of Public Relations, Radhitya Mardika, mengonfirmasi bahwa korban bukan merupakan karyawan LRT. Sementara itu, Polsek Pancoran masih melakukan pemeriksaan di lokasi serta berupaya mengidentifikasi korban.

Menjadi Catatan Keamanan Infrastruktur

Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan persoalan mengenai identitas dan penyebab kematian korban, tetapi juga menjadi perhatian terhadap keamanan fasilitas vital transportasi publik.

Gardu listrik merupakan area berbahaya yang seharusnya tidak dapat diakses oleh masyarakat umum. Karena itu, pengamanan fasilitas dan pencegahan terhadap akses ilegal menjadi hal penting untuk dievaluasi guna menghindari kejadian serupa.

Di sisi lain, keberadaan pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan transit juga menunjukkan bahwa infrastruktur modern tidak berdiri sendiri. Ada masyarakat yang setiap hari bekerja dan mencari penghidupan di ruang-ruang sekitar fasilitas transportasi tersebut.

Peristiwa di Pancoran menjadi pengingat bahwa di balik modernisasi transportasi dan megahnya infrastruktur perkotaan, aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi masyarakat di sekitar fasilitas publik tetap perlu mendapat perhatian.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk identitas korban dan dugaan aktivitas yang menyebabkan pria tersebut berada di dalam gardu listrik.