LIFESTYLE
Pinjol Bukan Cuma Soal Utang, Ini Dampaknya ke Mental, Hukum hingga Pekerjaan
Seminar Nasional yang digelar Malahayati Consultant di Jakarta Selatan menegaskan bahwa persoalan pinjaman online (pinjo...
JAKARTA — Bagi ribuan penggemar K-pop, hari kedua konser EXO PLANET #6 – EXhOrizon in Jakarta bukan sekadar agenda hiburan akhir pekan. Di tengah padatnya aktivitas ibu kota, konser yang kembali digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (7/6/2026), menjadi potret bagaimana generasi muda perkotaan rela mengatur waktu, biaya, dan mobilitas demi pengalaman yang dianggap bernilai secara emosional.
Setelah sukses menggelar pertunjukan pada hari pertama, Sabtu (6/6/2026), EXO kembali menyedot perhatian ribuan penggemar dari berbagai daerah. Antusiasme itu terlihat sejak beberapa jam sebelum pintu venue dibuka. Kawasan GBK dipenuhi pengunjung yang datang membawa lightstick, merchandise, hingga spanduk dukungan untuk para anggota grup yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Sumber: KompasTV
Fenomena ini menunjukkan bahwa konser musik saat ini telah berkembang menjadi ruang sosial baru bagi anak muda. Bukan hanya tentang menyaksikan penampilan idola, tetapi juga tentang membangun koneksi, memperkuat identitas komunitas, dan menciptakan pengalaman kolektif yang sulit tergantikan oleh interaksi digital.
Pada hari pertama, EXO membuka penampilan dengan lagu “MAMA”, sebuah pilihan yang langsung memantik nostalgia di kalangan penggemar lama. Momen tersebut menjadi pengingat bagaimana grup yang telah berkarier lebih dari satu dekade itu masih memiliki daya tarik kuat di pasar Indonesia.
Namun di balik euforia panggung, terdapat tantangan yang tak kalah penting. Kepadatan lalu lintas menuju kawasan Senayan, pengaturan transportasi publik, hingga manajemen arus keluar-masuk penonton menjadi isu yang relevan bagi masyarakat urban. Keberhasilan sebuah konser berskala besar tidak hanya ditentukan oleh kualitas pertunjukan, tetapi juga oleh kemampuan kota menyediakan akses yang aman, nyaman, dan efisien bagi puluhan ribu orang dalam waktu bersamaan.
Di titik inilah konser EXO menjadi lebih dari sekadar hiburan. Ia merefleksikan perubahan pola konsumsi budaya generasi muda Indonesia yang semakin menjadikan pengalaman langsung sebagai prioritas. Di tengah dominasi konten digital yang serba instan, hadir secara fisik dalam sebuah konser tetap memiliki nilai eksklusif yang sulit direplikasi.
Minggu malam nanti, sorotan memang akan tertuju pada panggung dan penampilan para anggota EXO. Namun di luar itu, ada cerita yang lebih besar: tentang anak muda, ruang publik, dan bagaimana sebuah konser internasional mampu menggerakkan denyut kota sekaligus menyatukan ribuan orang dalam antusiasme yang sama.
Sumber: Kompas Entertainmnt