Gelaran festival pantomim JakMime Fest 2026 sukses diselenggarakan di Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, pada 9-10 Oktober 2026 dengan mengusung tema "Global Mime Carnival". Acara kolaboratif ini menghadirkan aksi panggung interaktif dari Tokoh ASPI Septian Dwi Cahyo, Spesial Performance Naoki Imuro, seniman live painting Mas Asita Kaladewa, hingga deretan komunitas pantomim dari berbagai daerah. Rangkaian perayaan seni modern yang juga diwarnai penganugerahan pemenang lomba pantomim ini kemudian ditutup secara meriah oleh penampilan musik dari Project Pop.
JAKARTA — Gelaran festival pantomim atau JakMime Fest 2026, resmi diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu, 9-10 Oktober 2026, bertempat di Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta. Mengusung tema "Global Mime Carnival", acara ini dirancang sebagai perayaan seni pantomim modern yang menghadirkan energi interaktif, keberagaman budaya, serta pemaknaan Jakarta sebagai kota global dalam satu panggung pertunjukan.

Sumber: Mativemedia
Acara Jakmime Fest 2026 ini diselenggarakan oleh Kementerian Dinas Pariwisata melalui UPK Kota Tua dan Asosiasi Seniman Pantomim Indonesia (ASPI).
Selain pertunjukan gerak, suasana kegiatan juga didokumentasikan secara visual melalui aksi live painting di lokasi oleh seniman Mas Asita Kaladewa.
Aksi Panggung Tokoh Pantomim Nasional Dan Spesial Performance
Poin penting JAKMIME FEST 2026
Lokasi & Tanggal: Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta (9-10 Oktober 2026)
Penyelenggara: Kementerian Dinas Pariwisata melalui UPK Kota Tua dan Asosiasi Seniman Pantomim Indonesia (ASPI).
Tokoh Utama: Septian Dwi Cahyo (Ketua ASPI) & Naoki Imuro
Guest Star Penutup: Project Pop
Ketua Asosiasi Seniman Pantomim Indonesia (ASPI), Septian Dwi Cahyo, turut hadir memberikan penampilan di atas panggung sekaligus mengajak para penonton untuk tampil dan berinteraksi secara langsung.
Kemeriahan panggung Jakmime Fest 2026 dihari kedua ini juga diwarnai oleh kehadiran spesial perfomance yakni Naoki Imuro. Dalam pandangannya mengenai perkembangan zaman, Naoki menyoroti bagaimana sebagian besar hal saat ini telah menyatu di dalam gadget. Ia memberikan pesan dorongan semangat bagi generasi muda yang menghadapi tantangan dalam merangkai cerita di era digital saat ini.
Pandangan Komunitas Daerah Terkait Relevansi Seni Pantomim
Sejumlah komunitas pantomim dari berbagai daerah di Indonesia turut membagikan pandangan mereka mengenai penyelenggaraan acara dan strategi menjaga relevansi seni pantomim:
1. Palembang Mime Club: Mengapresiasi JakMime Fest 2026 sebagai agenda yang luar biasa. Guna menjaga kisah pantomim tetap relevan, mereka menerapkan strategi pembuatan cerita yang sesuai dengan fenomena masa kini, mengedepankan unsur kebersamaan, memanfaatkan media digital/multimedia, serta menyisipkan pesan moral.
2. Rindu Pantomim Banjarmasin: Menilai pantomim sebagai cabang seni yang unik dan menarik. Mereka menggambarkan gelaran JakMime Fest dengan istilah "bungas" kata dalam bahasa Banjar yang berarti cantik, bagus, dan menarik.
3. Ali (Seniman Pantomim): Mengungkapkan bahwa agar seni pantomim tidak lekang oleh waktu, seniman dapat mengusung konsep atau emosi universal yang dimiliki oleh semua orang sehingga tetap terasa relevan (relate) bagi penonton lintas zaman.
Pengumuman Pemenang Lomba dan Penutupan Acara
Rangkaian acara JakMime Fest 2026 juga menjadi panggung penganugerahan bagi para pemenang lomba pantomim:
Juara 1 (Pantomime Offline): Alia Syakirin dan Firza Abigail (Pantomime Bocah Tebet).
Juara 2: Muhammad Husein dan Ismail Ali Marzuki (Sekolah Pantomime Nusantara).
Juara 3: Rizkyana & Zhiva (Jempling Mime Studio)

Sumber: Mativemedia
Kemeriahan gelaran dua hari tersebut resmi ditutup dengan penampilan musik dari grup hiburan Project Pop yang menghibur seluruh pengunjung di Taman Fatahillah.