Festival Teater Kala 2026 di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan Kota Bogor, mengangkat tema “Lakon Sang Wira” sebagai upaya menghidupkan kembali kisah sejarah melalui seni pertunjukan. Para peserta mengolah hasil riset sejarah menjadi lakon dengan memadukan ketepatan sejarah dan unsur dramatik untuk menghadirkan karya yang edukatif sekaligus menarik. Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku teater, dengan menghadirkan juri, Dewan Festival, Dewan Penyelenggara, serta penghargaan berupa trofi dan uang pembinaan bagi para penerima penghargaan.
BOGOR — Festival Teater Kala 2026 digelar pada Jumat, 25 September 2026, hingga Sabtu, 26 September 2026, di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan Kota Bogor. Mengusung tema “Lakon Sang Wira”, festival ini menjadi ruang bagi para pelaku teater untuk berkarya sekaligus menghidupkan kembali kisah tokoh dan peristiwa sejarah melalui seni pertunjukan.
Festival Teater Kala hadir sebagai ruang untuk menghidupkan kembali ekosistem teater serta membuka kesempatan bagi para pelaku seni untuk berkarya dan berkolaborasi. Tahun ini, tema sejarah dipilih karena Kota Bogor memiliki beragam potensi sejarah yang dapat diangkat dan dikembangkan menjadi karya teater.

Sumber: Dok. Mativemedia
Dalam proses penciptaan karya, para peserta melakukan riset sejarah sebagai bagian dari pengembangan cerita. Hasil riset tersebut kemudian diolah menjadi sebuah lakon yang disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan, sehingga sejarah dapat disampaikan melalui pendekatan seni yang lebih menarik dan komunikatif.

Sumber: Dok. Mativemedia
Pendekatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Mereka perlu menjaga ketepatan informasi sejarah, sekaligus mengembangkan unsur dramatik dan fiksi agar kisah yang diangkat dapat diterjemahkan menjadi pertunjukan yang memiliki kekuatan artistik.

Sumber: Dok. Mativemedia
Melalui kegiatan ini, teater tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pengetahuan bagi penonton. Kisah sejarah yang disampaikan melalui panggung diharapkan dapat memberikan perspektif baru sekaligus memperkenalkan kembali berbagai cerita dan tokoh yang memiliki kaitan dengan sejarah.
Bagi para peserta, Festival Teater Kala 2026 juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berkarya dengan pendekatan riset sejarah dan kepahlawanan. Proses tersebut memberikan ruang bagi para pelaku teater untuk mengeksplorasi cara baru dalam mengolah sejarah menjadi sebuah karya pertunjukan.
Festival ini turut mendapat dukungan dari Perpustakaan Kota Bogor, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta kementerian terkait. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan seni pertunjukan dengan sejarah, literasi, kebudayaan, dan edukasi.

Sumber: Dok. Mativemedia
Dalam pelaksanaannya, Festival Teater Kala 2026 melibatkan tiga orang juri, yaitu M.R. Candiaz, Irwan Jamal, dan Joind Bayuwinanda. Sementara itu, Hakiki Kamil berperan sebagai Dewan Festival. Dimas Hadi, yang dikenal sebagai Bang Acun, turut berperan sebagai Dewan Penyelenggara.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta dan karya yang dihasilkan, Festival Teater Kala 2026 juga memberikan trofi serta uang pembinaan kepada para penerima penghargaan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas proses kreatif, riset, serta upaya peserta dalam menghidupkan kisah sejarah melalui seni pertunjukan.

Sumber: Dok. Mativemedia
Secara keseluruhan, Festival Teater Kala 2026 mempertemukan teater, sejarah, riset, dan edukasi dalam satu ruang pertunjukan. Melalui tema “Lakon Sang Wira”, festival ini mengajak para pelaku seni untuk bersama-sama menghidupkan kembali kisah sejarah melalui bahasa panggung sekaligus memperkuat ekosistem teater.