Brigjen Pol Pasma Royce resmi dipercaya menjabat sebagai Kapolda Bali menggantikan Irjen Pol Daniel Adityajaya. Pergantian ini menjadi perhatian karena Bali memiliki aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Kepemimpinan baru Pasma Royce diharapkan mampu menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan kepolisian, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang beraktivitas di Pulau Dewata.
Bali — Kursi Kapolda Bali resmi berganti. Brigjen Pol Pasma Royce ditunjuk untuk menggantikan Irjen Pol Daniel Adityajaya sebagai Kapolda Bali.
Pergantian tersebut menjadi perhatian, bukan hanya bagi institusi kepolisian, tetapi juga masyarakat Bali dan wisatawan yang menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu destinasi utama Indonesia.

Sumber: detik.bali
Bagi Bali, persoalan keamanan punya dampak yang cukup luas. Aktivitas pariwisata, bisnis, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari sangat bergantung pada kondisi daerah yang aman dan kondusif.
Pasma Royce dipercaya memimpin Polda Bali
Brigjen Pol Pasma Royce sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Ia kemudian mendapat amanah baru untuk memimpin Polda Bali. Sementara itu, posisi Kapolda Bali sebelumnya ditempati Irjen Pol Daniel Adityajaya. Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi Polri. Penunjukan Pasma Royce membuat perhatian publik kini tertuju pada bagaimana ia akan menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di jajaran kepolisian Bali.
Bali bukan sekadar destinasi wisata
Tugas Kapolda Bali tidak bisa dilepaskan dari karakter wilayah yang dipimpinnya.
Bali merupakan daerah dengan aktivitas wisata yang sangat tinggi. Mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara membuat persoalan keamanan menjadi salah satu faktor penting yang ikut menentukan kenyamanan selama berada di Pulau Dewata.
Mulai dari keamanan kawasan wisata, lalu lintas, kriminalitas, hingga potensi gangguan keamanan menjadi pekerjaan rumah yang harus diperhatikan. Buat wisatawan, keamanan mungkin terasa sederhana: bisa jalan-jalan dengan tenang, merasa aman saat berada di tempat ramai, dan mendapatkan respons cepat ketika terjadi masalah. Namun di balik itu, ada pekerjaan besar yang harus dilakukan aparat kepolisian.
Tantangan Pasma Royce ke depan
Pergantian pimpinan berarti muncul pula ekspektasi baru dari masyarakat. Pasma Royce dituntut tidak hanya mampu menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memastikan pelayanan kepolisian tetap dekat dengan masyarakat.
Di tengah tingginya aktivitas pariwisata Bali, pendekatan keamanan juga perlu berjalan beriringan dengan pelayanan publik. Artinya, polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga mampu melakukan pencegahan dan membangun rasa aman sejak awal. Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, satu hal yang paling penting adalah rasa aman yang benar-benar bisa dirasakan, bukan sekadar slogan.
Kini, publik Bali menunggu bagaimana kepemimpinan baru Pasma Royce akan membawa Polda Bali menghadapi berbagai tantangan keamanan di Pulau Dewata.
Sumber: detik news