Hattrick Lionel Messi Hancurkan Aljazair Sekaligus Segel Status Top Skor Sepanjang Masa
SPORT

Hattrick Lionel Messi Hancurkan Aljazair Sekaligus Segel Status Top Skor Sepanjang Masa

Lionel Messi berhasil mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol internasional terbanyak sepanjang masa setelah mencetak hattrick yang membawa Argentina menang telak 3-0 atas Aljazair di Piala Dunia 2026. Sempat diwarnai drama pembatalan gol akibat offside di awal laga, Messi memecah kebuntuan pada menit ke-18 sebelum akhirnya melengkapi dua gol tambahan di babak kedua memanfaatkan bola rebound dan kerja sama apik dengan Nico Gonzalez. Kemenangan mutlak ini menjadi validasi tertinggi bagi sang penguasa era sepak bola modern yang membuktikan bahwa magisnya belum pudar di panggung dunia.

JAKARTA — Banyak yang mengira ia sudah habis dan datang ke Piala Dunia 2026 cuma untuk sebuah last dance yang sentimental. Namun pagi ini, Lionel Messi justru kembali menulis ulang buku sejarah sepak bola.

Laga fase grup antara Argentina melawan Aljazair bukan sekadar kemenangan biasa bagi Albiceleste. Di bawah lampu sorot stadion, sang Greatest of All Time (GOAT) resmi mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah sepak bola internasional lewat torehan tiga gol yang penuh drama dan kelas.

Drama Offside Awal Laga dan Pecahnya Kebuntuan

[KRONOLOGI PERTANDINGAN]

05' - Gol Messi dianulir (Offside)

08' - Gol Fares Chaibi (Aljazair) dianulir (Offside)

17' - GOL! Messi buka keunggulan (1-0)

60' - GOL! Messi sambut bola rebound (2-0)

76' - GOL! Hattrick Messi lewat skema kerja sama (3-0)

Sumber: Instagram/ 433

Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi yang langsung memacu adrenalin penonton. Baru lima menit berjalan, publik Argentina sempat bersorak sebelum wasit menganulir gol Messi karena offside. Tiga menit berselang, giliran Aljazair yang menghentak lewat sepakan Fares Chaibi, yang sialnya juga harus dianulir karena alasan yang sama.

Ketegangan itu akhirnya pecah di menit ke-17. Menolak takdir offside kedua kalinya, Messi sukses mengonversi peluang menjadi gol pembuka yang mengubah skor

menjadi 1-0.

Dominasi Argentina terus bergulir. Messi sempat nyaris menggandakan keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas setelah Enzo Fernandez dilanggar, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Luca Zidane. Di ujung babak pertama (41'), Aljazair nyaris menyamakan kedudukan, namun ketenangan Emiliano Martinez di bawah mistar sukses mementahkan peluang emas tersebut.

Dominasi Babak Kedua dan Sihir Rebound Sang GOAT

Memasuki babak kedua, Aljazair mencoba keluar menyerang lewat ancaman jarak jauh Chaibi, namun Argentina yang memegang kendali. Luca Zidane sempat tampil heroik dengan menepis tendangan mendatar Lautaro Martinez yang memanfaatkan umpan matang Enzo Fernandez.

Namun, intensitas serangan Argentina akhirnya meruntuhkan pertahanan Aljazair di menit ke-60. Berawal dari crossing Julian Alvarez yang menciptakan kemelut, Alexis MacAllister melepaskan tembakan keras yang diblok. Dengan insting predatornya, Messi langsung mencecar bola rebound lewat sepakan kaki kanan di depan kotak 6 yard. Skor berubah 2-0.

Hanya butuh waktu lima menit bagi La Pulga untuk melengkapi malam bersejarahnya. Setelah sempat peluangnya digagalkan Zidane, Messi akhirnya mencetak hattrick pada menit ke-76. Bekerja sama satu-dua dengan Nico Gonzalez, Messi melepaskan sepakan kaki kiri melengkung dari area D yang tak mampu dijangkau Zidane. Argentina menjauh 3-0.

Meskipun Aljazair mencoba mengejar di sisa laga lewat eksekusi tendangan bebas Riyad Mahrez yang membentur pagar hidup, skor 3-0 tetap bertahan.

Bagi Generasi Z dan Milenial yang mengonsumsi sepak bola lewat sudut pandang pop culture dan statistik, hattrick Messi hari ini bukan cuma soal tiga poin di papan klasemen. Ini adalah validasi tertinggi bahwa sang penguasa era belum mau turun dari takhtanya. Menjadi top skor sepanjang masa bersama miroslav close dengan 16 goal di turnamen sebesar Piala Dunia.

Sumber: Instagram/ fifaworldcup

Pencapaian ini adalah penegasan mutlak kita sedang hidup di era seorang jenius yang menolak menua.

Sumber: detiksport