SPORT
Persija Jakarta Menang Dramatis Atas Persib Bandung Berkat Gol Menit Akhir
Persija Jakarta meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Persib Bandung dalam laga persaingan klasik Super League 2026/2027 d...
Di tengah-tengah laga persahabatan antara Denmark dan Ukraina, Christian Eriksen alami kolaps, membangkitkan kembali trauma kejadian Piala Eropa 2021.
Christian Eriksen, pemain lini tengah dari Denmark, kolaps di tengah-tengah laga persahabatan internasional antara Denmark dan Ukraina pada Minggu (7/6/2026) waktu setempat.

Sumber: Reuters/Bo Amstrup
Mantan punggawa Tottenham Hotspurs dan Manchester United itu dilaporkan kolaps pada menit ke-65. Wasit pun menghentikan dan membatalkan laga, sementara pemain-pemain kedua negara secara sportif menolong dan menghalangi Eriksen dari mata penonton.
Untungnya, melalui laporan dari Federasi Sepakbola Denmark (DBU), Eriksen dinyatakan dalam kondisi baik-baik saja. Menurut Dokter Kepala Federasi, Morten Boesen, ia mampu berjalan dari lapangan ke ambulans setelah kolaps.
“Ia sempat kehilangan kesadaran, tapi dapat kembali sadar dengan cepat. (...) Ia akan mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.”
Ungkit Trauma dari Piala Eropa 2020
Sebelumnya, Christian Eriksen mengalami kejadian yang sama pada tahun 2021 dalam laga Piala Eropa. Eriksen diketahui terkena serangan jantung saat itu, dan harus memasang mesin pacu (ICD) pada jantungnya. Kejadian tersebut sempat mengangkat tanda tanya tentang kelanjutan karir pemain lini tengah itu, namun ia berhasil kembali ke dunia sepakbola sebagai pemain Brentford pada 2022. Ia melanjutkan karirnya selama empat musim di Manchester United setelah itu, dan sekarang tengah berlabuh sebagai punggawa Wolfsburg di Liga Jerman.
Dilansir BBC Sport pada 2022, Eriksen mengatakan bahwa dirinya nyaman-nyaman saja beraktivitas dan bermain dengan mesin pacu jantung. Ia tidak merasa khawatir akan mengalami kejadian seburuk sebelumnya.
“Kalaupun ada sesuatu yang terjadi, saya akan tetap aman.”
Sudahkah Saatnya Gantung Sepatu?
Di media sosial, mayoritas publik menyampaikan rasa syukur karena Eriksen dilaporkan sadar dan dalam kondisi stabil. Sebagian suporter bahkan meminta Eriksen segera pensiun demi menghindari risiko yang lebih besar di masa depan, menilai kesehatan Eriksen jauh lebih penting daripada karirnya.
Namun di sisi lain, ada pula yang mendukungnya untuk tetap bermain apabila dokter menyatakan kondisinya aman, mengingat Eriksen sebelumnya berhasil kembali ke level tertinggi sepak bola usai serangan jantung pada 2021.
Tentunya, keputusan tersebut jatuh pada Eriksen sendiri. Bagaimanapun juga, pesepakbola berusia 34 tahun itu sudah meninggalkan jejak yang berkesan bagi penggemar sepakbola di seantero dunia, terutama kepada warga Denmark yang memandangnya sebagai salah satu pemain terhebat dari negaranya.
Sumber: BBC Sports, The Guardian